Senin, 16 April 2012

kita tidak terlahir dari rahim orang tua kita


oleh ;aziz muhhamad n


     Mungkin saya terlalu berlebihan dalam memberikan judul yg anda baca sebelum anda membaca tulisan saya, lalu kenapa saya memberikan judul seperti itu, karena saya membicarakan realita. Percaya atau tidak itulah kita (setidaknya mayoritas diantara kita seperti itu). Mau tau kenapa saya memberi judul itu ?. Silahkan bersihkan hati anda dari anggapan yg tidak baik baru baca tulisan ini.

PERSIJA Jakarta itulah sebuah nama yg tidak asing kita dengar, sebuah klub sepak bola dari ibu kota yg memiliki suporter loyal yg akrab di sebut dengan The Jakmania. Sebuah klub elite yg berada di Ibu Kota Jakarta ini tentunya bukan sesuatu yg menjajikan bahwa dengan berada di ibu kota maka akan ada piala datang pada setiap tahunya. Klub yg berseragam oranye ini rasanya sangat akrab dengan warga Indonesia kususnya Jakarta, tim yg selalu melahirkan bintang-bintang ( maklum saja kan tinggal di ibu kota jadi sering masuk TV , seiring perjalananya jadi cepat terkenal ).

Kalau membicarakan PERSIJA maka tidak akan ada habisya karena saya anda dan kalian mempunyai penganlaman yg berbeda tapi ada yg menyamakan kita yaitu PERSIJA. Mungkin anda akan menganggap aneh apa hubunganya PERSIJA dengan rahim orang tua kita ?. Itulah yg saya akan coba ungkapkan dalm tulisan ini. Sebuah tulisan yang membuat saya cukup bangga kenapa saya akhirnya menetapkan hati saya pada PERSIJA JAKARTA. Tulisan yang akan mencoba membuat anda merasa berbeda telah memilih PERSIJA sebagai pelabuhan hati anda. Sadar atau tidak inilah kita dengan kejujuran yang selama ini kita tidak sadar atau tidak pernah mau menyadarinya. Inilah kita dengan kekuatan hati kita untuk tetap memilih PERSIJA sebagai klub yg kita cintai.

Ada satu alasan kenapa gw harus mengungkapkan ini kepada khalayak ramai. Suatu hari gw pernah nonton bola bareng sama sodara gw, kebetulan cuma di televisi aja. Waktu itu yg main bukan PERSIJA dan yg main persib. sodara gw seneng banget liat persib main dan dia juga liat aksi viking yg atraktif. “ tuh liat vikjing gerakannya baguskan ?”. Semangat nya tuh mesti di acungkan jempol.'bagus apanya?',pikir gw.liat dong thejak juga lebih atraktrif,liat kalo persija main,gw bilang gitu ke sodara gw.

Tanpa harus mengomentari sodara gw panjang lebar akhirnya gw ganti aja chanel tv gw. Gw pikir kalo gw ladenin sodara gw malah tambah panjang lagian sodara gw orangnya keras kepala. lalu gw ganti chanel lain berharap sodara gw tidak melanjuti ceramahnya dia lagi. Eh gw salah ternyata masih berlanjut, yaudahlah gw jabanin aja adu argumentasinya.viking itu rusuh orang dusun norak katro,dari sejarah the jak kontra vikjing itu yang mulai duluan pasti vikjing,kata gw.

Panjang mengadu argumentasi dan singkat cerita gw tetep memilih PERSIJA sebagai klub yg gw miliki. Dan sodara masih juga membagangkan klub dari bandung itu. Ah bwat gw sih santai aja ini toh era demokrasi jadi ngadu argumen itu wajar adanya. Mungkin sebagian cerita gw ini pernah di alami beberapa teman pecinta PERSIJA. Mesti beradu argumen untuk membela PERSIJA walau pilihan itu berbeda dengan orang sekeliling lo. Yah enak ga enak sih apa lagi ama sodara sendiri tapi bodo lah PERSIJA bwat gw ga bisa di ganggu gugat. Mereka ga pernah tau gimana nikmatnya berbaur di antara ribuan orens mereka ga pernah ngerti akan situasi yg kita alami.

Gw bangga sebagai suporter PERSIJA. Gw ga terlahir dari rahim orang tua gw, saat orang tua gw memilih dengan suku dan ras yg sama untuk sebuah kecintaan mereka pada sebuah klub sepak bola di Indonesia gw berani untuk ambil keputusan. Inilah perbedaan kita dengan suporter lain, mungkin sebagian dari mereka menjadi suporter terlahir dari rahim orang tua mereka tapi kita tidak, kita bisa dan mau mengambil keputusan sendiri tentang cinta kita. Walau PERSIJA di suporteri dengan dominasi anak muda dan masih baru bukan berarti kita dianggap sebelah mata sudah banyak prestasi yg kita raih dan juga udah banyak juga catatn hitam kita. Semuanya akan menjadi pelajaran berharga buat kita semua.

Kitalah suporter yg paling berbeda, bukan hanya dari orang betawi saja yg mendukung PERSIJA tapi dari berbagai macam suku, malah sekarang udah banyak suporter PERSIJA yg tidak pernah tinggal di Jakarta tapi mencintai PERSIJA. Padahal di kota mereka ada klub sepak bola juga dan klubnya juga ada di ISL. Inilah yg selalu membuat bangga banget kenapa gw jadi pecinta PERSIJA. Cinta kita murni dari hati kita sendiri buakn dari orang tua kita. Cinta kita tulus setulus kita mencari pasangan ( walau sampai saat gw menulis tulisan ini belum punya pasangan, hehehe)
Dan kita akan membawa cinta ini menuju gerbang PERSIJA dan kita akan mengakhiri semunya juga dengan PERSIJA.

Karena KITA TIDAK TERLAHIR DARI RAHIM ORANG TUA KITA ,,


Itulah sepenggal kata yg gw banggakan, cinta yg murni datang dari diri dan hati kita masing-masing.


Tinggalkan ras tinggalkan suku
Satu tekad dukung PERSIJA
Dibawah bendera The Jakmania
Majulah PERSIJA pantang mundur

Jangan kembali pulang
Sebelum PERSIJA menang
Walau harus mati di tengah lapang jakmania selalu berkorban

Tidak ada komentar:

Posting Komentar