Rabu, 18 April 2012

coretan pengalaman pertama gua nonton persija


Awalnya gua cuma bisa nonton pertandingan persija lewat layar kaca,
bagi gua nonton persija di stadion cuma mimpi belaka,
ikut dalam komunitas the jak gag pernah terbayang ama gua.
4 Tahun yang lalu gua hanyalah seorang the jak layar kaca, yang gk punya kata, gk bisa ngrasain atmosfer pertandingan di stadion, gk bisa ngasih dukungan secara langsung buat tim kebanggan gua persija .

Gua selalu berharap dan berhayal buat nonton persija di stadion, ngasih dukungan buat persija secara langsung bersama para Jakmania dan Jakangel, tapi dulu itu sangatlah mustahil,jujur waktu gua masih smp gua takut nonton persija di benak gua Cuma ada pikiran rusuh rusuh dan rusuh,maklum masih kelas 1 smp belum jauh  dari kls 6sd,heheh

 ajakan temen gua dan dorongan orangtua gua supaya gua nonton persija katanya sih dari pada di rmah gk ngapa ngpain,  akhirnya gua beraniin buat nonton tim kebanggan warga jakarta tersebut,pertandingan yang pertama gua tonton persija vs persijap di stadion lebak bulus,waktu itu cuaca hujan rintik rintik,dan gua pisah sama tmen tmen gua,akhirnya gua masuk berdua sama tmen gua,

                satu kata yang ada di pikiran gua “keren abis"
                satu rasa yang gua rasain "ketagihan "sampe sekarang :D

Sekarang nonton persija di stadion bukan hanya sekedar mimpi lagi buat gua, ngasih dukungan secara total di stadion bareng jak mania dan jak angel bukan sekedar hayalan gua . Gua bisa ngerasain kebanggaan yang lebih saat persija raih point 3. gua bangga ama persija saat bisa bermain total . Gua sampai gag bisa berkatakata lagi saat persija menggulung lawannya, hanya sorakan kemenangan yang bisa gwe kasih buat punggawa persija .

Namun yang namanya pertandingan tentunya bergulir, ada kalanya kita harus menelan pil pait kekalahan kekecewaan mungkin ada tapi rasa cinta gwe gag bakal berkurang buat persija . Kalah menang sudah menjadi hal yang biasa , kalah menang the jak mania selalu ada buat persija .
#JAK KELAPA GADING,KAMI ADA KARNA PERSIJA


komunitas butuh: keroyalitasan dan loyalitasan


Hay.. huy.. hay.. huyyy *kedipin*
Perkenalkan nama gua AZIZ MUHAMMAD NADZIR, yang ber Status (alhamdulillah) Single dalam beberapa abad yang lalu! :D *terus?.. Oke cs langsung aje ke topiknya yee? *IYA, emang topiknya apaan bang?* Itu di titlenyakan ada??!!!! *bangkit*

Tongkrongan atau Perkumpulan menurut gua sangat-sangat butuh Royalitasan dan Solidaritasan antara sesama member, kerabat atau teman bro! Kenapa demi kian? *dengan singgap gua menjawab* karena suatu Komunitas, Tongkrongan atau Perkumpulan sesama umat, sesama kerabat atau teman bila tidak adanya jiwa Royalitasan dan Solidaritasan tidak akan bisa tongkrongan atau perkumpulan itu bertahan lama atau bisa juga terpengaruh keterpurukannya suatu kerabat mengundurkan diri dan berkata bahwa di tongkrongan ini ada si (A) yang anaknya pelit perhitungan dll, dan akhirnyapun satu persatu kerabat pergi atau keluar dari tongkrongan, kalau masih satu tongkrongan mungkin hanya cukup tahu bahwa si (A) anaknya bla bla bla bla...

Gua sih cukuplah tau sifat-sifat dari anak-anak tongkrongan gue yang mayoritas doyan nongkrong tapi Solidaritasnya yaa cukup gue aja yang tau, HAHA!
Banyak Modusnya loh bro si para perhitungan ini kalau dimintain dana yaa?? Patungan lah buah jajan rame rame atau kita lagi butuh dana untuk sesuatu yang penting tapi ekonomi kita tak memadai...

dan inilah beberapa MODUS yang sering kali gue rasain *rasaku rasamu juga*:



ada yang bilang gak punya duit padahal dikantong ada (modus ini udah basi). okelah kita juga harus berfikir 2x bro, mungkin dia juga butuh duit untuk keperluan pribadinya.



Ini ada yang punya duit tapi duitnya enggak dibawa-bawa atau ditaro dirumah dengan alesan "yah duit gua ketinggalan bro" (mau dibawa mati itu duit). okelah berfikir 2x lagi bro, mungkin dia lagi nabung untuk kelak dimasa depannya nanti atau mungkin dia kepingin cepet-cepet nikah *nikah sama kambing*.. HAHA!



uang bukanlah segalanya, akan tetapi segalanya butuh uang..



Sekiandeh unek-unek suatu masalah hidup gua *hidup gua hidupmu juga* di tongkrongan atau perkumpulan yang sering gua temui disekeliling kehidupan gua brur :)

Nah gue ada 5 Pertanyaan nih yang wajib elo elo elo dan elo para fans gua,:D  pembaca blog guA, kalian yang sedang blogwalking dan para pembaca kesasarVERS blog gua, pertanyaannya sebagai berikut:

1. Menurut kalian arti dari tongkrongan atau perkumpulan itu apa sih?

2. Apakah penting ke Royalitasan tumbuh di jiwa para tongkrongan atau perkumpulan?

3. Apasih dampak yang akan datang bila suatu Tongkrongan atau Perkumpulan bila member atau kerabatnya tidak ada jiwa Solideritasnya?

4. Apakah kalian setuju dengan ringkasan gue tentang suatu tongkrongan atau Perkumpulan?


5. Kalau ada kerabat lo yang pelitnya minta ampun, bagaimanakah anda untuk menyikapinya?

kalo ini jawaba gua brur!!


1. Yah gitudeh susah untuk dijelasin melalui kata - kata! *no comment*


2. Pentinglah, kalo gak penting mau dibawa kemana hubungan kita? *gue nanya elo*


3. Mungkin... Berdampak berakhirnya suatu hubungan kita kali yaa?! -_-


4. Setuju karena ringkasan lu itu put bener - bener apa yang gue rasain loh.. *kedipin mata*


5. Tonjok, injek, cubit, gaplok, tendang dll *jangan tiru adegan ini*
Selesai...



*Jangan tiru jawaban yg OGEB ini*



Oke brurr silahkan kalian jawab deh 5 pertanyaan yang tadi itu dengan serius berikut dengan ringkasan tentang Tongkrongan dan Perkumpulan Butuh ke Royalitasan (kaya postingan ini) dan jangan lupa elo menjawab dan elo meringkasnya di blog kalian ya?! gue tau pasti lo pernah ngerasain konflik yang sama kaya gue ini! Sekali lagi gue mohon untuk kalian jawab dengan serius dan silahkan anda menanyakan kembali ke kerabat, pacar, orang tua atau sahabat dan teman blogger kalian *kecup

Thanks semuaaaaaaaaaa... See you next post rasaku rasamu juga :)

Persija bantai PSAP 5-1

 


JakOnline – Bermain dihadapan belasan ribu pendukung setianya, The Jakmania di Stadion Utama Gelora Bung Karno 18/4, Persija Jakarta sukses membungkam tamunya PSAP Sigli dengan skor 5-1
Pedro Javier membuka pesta gol Persija sore itu saat pertandingan baru memasuki detik ke 13, yang kemudian dimenit ke 39, pemain asing asal Paraguay berhasil menambah koleksi golnya, PSAP berhasil memperkecil ketertinggalan dimenit ke 45 melalui gol yang dicetak Sekou Camara dan menutup babak pertama untuk keunggulan Persija 2-1 PSAP Sigli
Babak kedua berlangsung baru satu menit, Bambang Pamungkas memperbesar keunggulan Persija menjadi 3-1, dan dimenit ke 64 kembali Bambang Pamungkas mencetak golnya yang ke 14 untuk Persija dimusim ini.
Oktavianus menutup kemenangan telak Persija lewat gol cantiknya dimenit ke 79 dengan tendangan melengkung ke pojok kanan atas gawang PSAP Sigli
Kemenangan ini membuat Persija masih bertahan di posisi 4 klasemen sementara dengan nilai 33 dari hasil 19 pertandingan, dan masih menjadi team dengan kobobolan paling sedikit 14 gol (Zani-JO)
sumber:// jakonline.asia

kami tetap bangga

KAMI TETAP BANGGA

Banyak dari para pendatang pernah berkata : “Suatu saat nanti aku akan ke Jakarta karena disana ada segalanya”

Lebih dari 9,041 juta jiwa dengan luas daratan 661,52km2, ibu kota Jakarta menjadi kota impian untuk mereka yang ingin merubah hidup atau sekedar berliburan. Lebih dari 170 pusat perbelanjaan dan lebih dari 20 tempat rekreasi ada di Jakarta. Berbagai suku, etnis, agama dan ras berkumpul menjadi satu di Jakarta, membuat masyarakat asli Jakarta tergusur secara perlahan dan membuat mereka harus lebih berjuang untuk tetap bertahan di tanah kelahiran.


Namun, hidup dikota Jakarta memang tidak seindah seperti yang di bayangkan. Macet yang seolah sangat mesra dengan Jakarta, selalu menjadi cacian dan makian. Mereka tidak pernah menyadari, harusnya mereka sangat berterima kasih pada Jakarta. Meskipun macet, banjir dan lainnya tetaplah Jakarta tempat untuk mereka mencari nafkah, pendidikan dan kehidupan.

Suku, etnis, agama dan ras menjadi satu di Jakarta bukan karena pusat perbelanjaan, bukan karena tempat hiburan malam, namun karena sebuah kebanggaan PERSIJA JAKARTA. Tim sepak bola asal Jakarta yang dulu bernama , Voetbalbond Indonesish Jacatra yang didirikan pada 28 november 1928 menjadi symbol kebanggaan untuk Jakarta. Bukan hanya penduduk Jakarta yang menjadi kan PERSIJA JAKARTA sebagai kebanggan namun banyak penduduk luar Jakarta yang juga menjadikan PERSIJA JAKARTA sebagai kebanggaan .

Akan tetapi hidup di kota besar bagai hidup di sebuah kotak, kotak-kotak yang memisahkan tempat antara si kaya dan si sederhana. Si kaya yang seolah berkuasa di Jakarta dan memiliki segalanya untuk menikmati gemerlap nya ibu kota. Namun, si sederhana sangat malu untuk menikmati gemerlap nya ibu kota hanya dapat merasakan indah nya Jakarta saat tim kebanggaan ibu kota berlaga.

Caci-maki, seolah sudah menjadi konsumsi ketika para The Jak Mania berjalan menuju stadion untuk mendukung PERSIJA. Mereka para kaum layar kaca yang selalu menganggap supporter local sebagai supporter yang norak dan tidak sehebat mereka (kaum layar kaca).

Mereka kaum layar kaca tidak pernah mengerti bagaimana kami (The Jak Mania) begitu sangat mencintai dan bangga pada PERSIJAJAKARTA. Mereka kaum layar kaca lebih bangga dan cinta kepada sesuatu yang sebenernya semu dan tidak dapat mereka rasakan, karena bagi mereka klub di eropa sana lebih hebat dari klub local yang berada di Indonesia.

Tanpa mereka sadari, sebenarnya mereka sangat salah jika menganggap kami (The Jak Mania) sebagai supporter yang norak karena mendukung liga local. Harusnya mereka sadar bahwa mereka lebih norak dari pada kami. Karena sesungguhnya “ supporter sepakbola adalah mereka yang berada di tribun stadion dan bukan mereka yang berada di depan layar kaca”

Sebuah kebanggan yang tidak bisa digadai dengan uang, sebuah kecintaan yang lebih dari kemesraan itulah PERSIJA JAKARTA. Ketika mereka lebih memilih beradu mulut dan beradu fisik ketika berada didepan layar kaca, kami lebih memilih menangis dan tertawa bahagia ketika berada di tribun stadion.

Terima kasih JAKARTA kau memang baik sekali , kau menerima semua pendatang meskipun terkadang kau diancam, dimaki, dan dicaci. Namun, yang pasti bagaimanapun kamu JAKARTA kau telah menjadi kebanggan bagi kami. JAKARTA, PERSIJA dan JAKMANIA adalah satu dan semua ini adalah KEBANGGAAN!

Satu Jakarta Satu, Satu Persija satu, karena yang lain Cuma ngaku-ngaku.

“ PERSIJA bukan karena gaya, trend atau sok nasionalis namun ini semua karena Kata Hati, Kebanggaan dan Sangat Nyata! “
(Chandra Bagus Sugiarto)

kehidupan pemain ke12 Persija Jakarta

kehidupan pemain ke12 Persija Jakarta



Salam Jempol Telunjuk pasukan THE JAK MANIA!!


Kalau beberapa minggu lalu salah satu penyiar Jakarta Footbal Comunity mengumandangkan bahwa tidak mudahnya seseorang untuk menjadi pemain Persija, menurut saya, bukan hanya untuk menjadi Pemain PERSIJA senior yang susah, untuk menjadi pemain ke 12 bagian dari Persija juga tidak mudah. Yups, jadi The Jak Mania juga dikategorikan sebagai salah satu bagian kubuh yang full dengan tekad mendukung.


Supporter bukan Idealisme agama yang dari awal telah melekat atas keturunan keluarga. Supporter bisa di pahami sebagai “Atribut Bernyawa” yang mengarakteristikan cover image Tim itu sendiri. Menjadi individu yang berlabel Supporter bukan hal yang alamiah. Memilih suatu tim yang Layak di dukung adalah jalan awal sebuah Supporter untuk menentukan dimana dirinya harus ditempatkan.


Dengan membagi beberapa gagasan, supporter bisa terbentuk melalui berbagai cara ketika :
- Ada tim yang disenangi , Ada tim yang segani
- Ada salah satu pemain Bintang
- Adanya Motif ajakan
- Adanya darah keturunan hubungan Skuad plus Official
- Adanya kewajiban mendukung Tanah Kelahiran
- Adanya Tim baik musiman (lagi eksis)
- Adanya tuntutan Hati dengan modal Loyality


Beberapa option pilihan tersebut hanyalah secuil processing seseorang menentukan mana tim yang pantas diberikan sebuah dukungan, tidak begitu dipermasalahkan atas dasar apa dirinya menyerahkan dirinya pada sebuah tim.
Konsistensi plus niat adalah yang paling sangat diperlukan untuk menetapkan dirinya sebagai Supporter bajakan, dadakan, atau Keseriusan seseorang dalam menyeruakan sebuah dukungan. Apakah seorang Supporter berhak menuntut kepada sebuah tim?
Satu kata dari seorang motivator yang selalu hadir di benak saya , sebuah simple words tapi Cool :
“Supporter itu memberi , bukan meminta” – (Bung Ferry)


Saya adalah seorang wanita (cewek aja ah, sebutan wanita terlalu dewasa).
Untuk yang awam, bukan hal yang lumrah jika seorang Wanita menggemari sepak bola. Terlahir dalam keluarga “Betawi Asli” , bisa dikatakan keluarga besar. Anak pertama sekaligus Cucu pertama dari 20 Cucu yang ada. Aneh plus bangganya tidak satupun dari mereka yang menggemari olahraga, ya terutama sepakbola.
Anak pertama dari bokap asli Jakarta, dan Nyokap Sumatra yang memiliki sejuta peraturan rumah yang membatasi setiap gerak-gerik anaknya. Terkadang sering kali Terfikir akan jenuhnya saya atas keterbatasan gerak atau leluasa seperti anak Remaja pada umumnya.
Pemegang dominasi kecintaan sepakbola pada saya terlahir ketika awalnya kesaksian saya pada AFC beberapa tahun lalu (lupa) akan sebuah Gol cantik yang dilesahkan oleh The Captain “Bambang Pamungkas” dengan duelnya bersama Budi Sudarsono.
Semenjak itu, barulah saya mengikuti perlahan akan aktivitas pada setiap pertandingan si “Burung Terbang” tersebut .
Dengan kondisi yang masih kurang paham tentang sepakbola, ketika sepulang sekolah (ketika itu masih duduk di bangku SMP). Tak sengaja melihat segerombolan manusia menaiki metro dengan pakaian satu warna “oren” lengkap dengan bendera, dan nyanyiannya. Kagum, Heran, Aneh, Takjub tercampur jadi satu.
Sesampai dirumah saya hanya bengong, tak tahu harus mendapatkan jawaban darimana, bertanya pada siapa tentang fenomena yang barusan saja saya saksikan.
“itu apa?” “ada apa?” “kenapa bisa begitu?”
Ah .. tolong bantu saya pecahkan semua ini !!
Dua hari setelah itu, tepat di dalam angkot yang membawa saya pulang sekolah, ada dua orang laki-laki berpakaian sama seperti yang saya saksikan waktu itu. “Nah, ini dia sumber jawabannya!”
Lalu sayapun bertanya, mereka itu siapa, apa yang mereka kenakan dan lainnya!
Dan inilah yang saya dapatkan, mereka adalah THE JAKMANIA, sebuah satu kesatuan dengan niat mendukung klub Ibukota “PERSIJA JAKARTA”
Disinilah saya benar-benar belajar sendiri apa itu PERSIJA dan apa itu The Jak Mania. Mulailah perjalanan saya dalam menelusuri sebuah pekumpulan yang berwenang dalam keanggotaan Supporter Fanatik ini. Dipertemukanlah saya pada seorang pedagang khusus atribut The Jak Mania. Subkorwil Cibitung-Bekasi yang menangani anggotaannya dalam keberangkatan menuju stadion (paham awal). Dari sini, Lalu mulailah pembuatan KTA pertama saya..
Kala, Sehari sebelum Persija menggelar uji coba melawan Persipasi, saya mulai sibuk cari teman sana-sini untuk membantu saya meminta izin orangtua pergi nonton.
“Tolong Mah, Pah, sekaliiiii ini aja kok!”
“Ga boleh! Nanti rusuh, siapa yang mau tanggung jawab?”
“KOLOT!” (dalem hati)
Lalu, dipertemukanlah saya pada seorang kerabat baik, yang berani meminta izin ke orang tua saya dan dengan wajah sedikit ragu dan terpaksa, akhirnya orang tua sayapun mengizinkannya. “Horeee!”
First Time nonton Persija, norak abis! Ngeliat bang Ismed dkk depan mata langsung rasanya itu lebih dari ngeliat Presiden lewat. Teriak-teriak, sedikit acuh dengan suara handphone yang ga mau berhenti bunyi, yaa siapa lagi kalau bukan Nyokap. Ini dia rasanya, nyanyi-nyanyi bareng, berseru dalam satu sorakan demi sebuah satu Tujuan.
Satu kata yang saya dapat saat itu : “KOMPAK”
Satu rasa yang saya rasakan saat itu : “KETAGIHAN”
Pada pertandingan-pertandingan berikutnya, ya sama seperti sebelumnya, Over Protective ortu sedikit membuat diri agak ngeyel. Saya tetap berangkat walau ada atau tanpa izin mereka (jangan dicontoh ya) . Walaupun harus mendapatkan sebuah Hujatan, Hingga satu ember siraman yag diguyurkan sepulang menyaksikan Persija berlaga, tetap saja rasa mendapatkan satu idealisme baru dalam diri, menggoreskan tekad untuk bisa dipertahankan dan diaplikasikan dalam hati. PERSIJA itu pilihan!
Bersyukur, selepas masa sekolah, saya mendapatkan Universitas yang membuat saya harus mencari tempat kost, Lalu saya pilihlah kostan yang hanya berkisar 15 menit dari jarak Gelora Bung Karno.. hehe..
Dengan demikian, sedikit lebih meringankan kaki dalam melangkah untuk lebih meningkatkan perioritas mendukung Persija.



Jujur.. tetap saja masih ada terlintas perasaan “iri” terhadap loyalitas mereka yang lebih. Ingin sekali merasakan Tour Tandang, tapi apa boleh buat, tangan ini belum bisa menggapai.
Tapi ada hal yang membuat saya lebih tenang, yaitu dari beberapa kultum yang pernah diutarakan oleh salah satu admin Jakampus dalam akun twitternya beberapa hari lalu:
Jika Loyalitas diukur dari seberapa banyak tour tandang, maka berbahagialah mereka yang punya banyak uang dan waktu kosong”
“Loyalitas bukanlah komperasi individu, karena setiap orang memiliki kemampuan dan batasan yang berbeda”
Satu lagi yang paling saya suka :
“Make it simple, Lads! Dukung dengan hati dan dengan porsi yang sesuai kemampuan”





Nah ini ceritaku , apa ceritamu?!
Thanks, salam The Jaaaaakkkk Maniaaa!

sumber:Http://jakmania.net

JAKARTA,PERSIJA DAN JAKMANIA

 


Jakarta..
Sebuah ibukota yang memiliki banyak keistimewaan bagi sebagian warganya. Banjir , macet dan kawasan kumuh yang kadang menjengkelkan seolah tak pernah lepas dari kota ini. Di kota inilah, sebuah tim sepak bola lahir, berkembang , jatuh dan kemudian bangkit kembali. Kota yang menjadi saksi bisu tentang sebagian besar jerih payah, semangat dan ketegaran tim ini. Tim yang banyak dicerca tapi lebih banyak didukung dan dibanggakan. Tim yang tak pernah absen untuk mengirim pemainnya untuk bermain di Tim Nasional Indonesia. Tim yang dikenal dengan sebutan PERSIJA JAKARTA.
Persija Jakarta..
Tim yang berjuluk Macan Kemayoran, dengan lambang satu bintang diatas gambar Monumen Nasional yang menjadi ciri khas kota dimana mereka bernaung untuk mencoba menjadi yang terbaik. Tim yang memiliki ciri khas warna Oranye ini terkadang menjadi lawan yang ditakuti dan menjadi tim-tim yang diperhitungkan untuk masuk 5 besar klasemen. Tim ini punya semangat pantang menyerah, sportifitas dan loyalitas pemain yang tinggi. Mereka bermain bukan untuk diri mereka sendiri , tapi juga untuk kota dan pendukung setianya. Tim yang memiliki banyak pemain bintang yang menjadi ikon disetiap pertandingan , baik di Persija maupun di Timnas. Bambang Pamungkas misalnya, para pecinta Persija dan Timnas mungkin belum begitu puas kalau belum melihat ia bermain di lapangan. Sebenarnya , yang paling terpenting dari tim ini adalah kebanggaan para warga Indonesia , terutama The Jakmania terhadap Mereka.
Jak Mania
Supporter yang terkadang dipandang sebelah mata oleh warga masyarakat. Banyak yang berpendapat bahwa mereka adalah kelompok orang yang terlalu fanatic dengan timnya, yang hanya menambah kemacetan Jakarta , dan hanya membuat situasi menjadi mencekam. Namun , disamping itu semua, Jak Mania adalah supporter yang boleh dibilang sangat peduli dengan Persija. Mereka tetap setia dengan Persija walau Persija sedang terpuruk sekalipun. Macet karena Jak Mania mungkin adalah bukti bahwa mereka setia. Mereka mau menonton dan member dukungan pada timnya, saat timnya bertading. Mereka tak peduli cacian yang mereka terima. Hanya satu yang mereka ingin, yaitu mendukung dan menjadi pemain ke-12 bagi Persija. Dan yang paling penting adalah bahwa mereka mengerti mana tim kebanggaan mereka yang asli dan yang “abal-abal”. Mereka akan berjuang agar nama, lambang dan warna kebanggaan mereka tidak direbut oleh pihak-pihak yang mementingkan dirinya sendiri, pihak-pihak yang tak bias memahami betul tentang kebutuhan Persija, dan pihak-pihak yang menamakan dirinya sebagai JAKARTA FC. (Dwi Ayu S.S.)

Selasa, 17 April 2012

Jenis jenis penonton pertandingan sepak bola

Sepakbola lumrahnya merupakan olahraga yang sangat populer. Sepakbola dimainkan oleh berbagai kalangan dan di berbagai belahan dunia. Bahkan di beberapa negara besar, seperti Inggris ataupun spanyol sepak bola lebih dari sebuah permainan. Sepakbola sudah menjadi budaya dan berakar di dalam kehidupan masyarakat, menjadikannya sesuatu yang sangat sayang ataupun tabu untuk dilewatkan. Simak saja bagaimana meriahnya pertandingan antara the big four (atau mungkin sudah menjadi big five sekarang) di kancah premier league. Ataupun bagaiman penting nya duel el classico antara Real Madrid dam Barcelona yang rumornya juga merupakan pertandingan antara dua bangsa yang berbeda dan memiliki nuansa politis. Di dalam pertandingan besar tersebut, tentu jumlah penonton yang menyaksikan sudah bukan main jumlahnya. Dan dibalik semua itu, pendukung tim atau pun penonton dari pertandingan sepakbola di bedakan dalam beberapa kategori, seperti berikut !!



Hooligan


Istilah ini merupakan istilah yang umum dalam kancah persepakbolaan. Mengenai asal usul kata Hooligan, diakatakan bahwa kata Hooligan berasal dari sebuah nama geng jalanan yaitu Hooley, yang dalam bahasa Irlandia berarti “gerombolan liar” Hooligan sendiri mengacu pada pendukung yang bersifat brutal yang pada awalnya berasal dari Inggris, namun kini telah menjadi tren global. Dikatakan bahwa sebagian besar para hooligan adalah para backpacker yang telah berpengalaman dalam bepergian. Mereka umumnya suka menonton pertandingan yang beresiko besar. Biasanya para hooligan tidak mengenakan pakaian yang sama seperti tim pendukung nya agar tidak terdeteksi oleh polisi dan cenderung untuk tidak duduk dalamn satu tempat bersamaan namun sebaliknya, mereka berpencar-pencar.

Ultras


Ultras mengacu kepada pendukung setia yang melakukan hal-hal yang atraktif untuk mendukung tim kesayangan mereka, seperti menyanyikan yel-yel, melakukan gerakan khas mereka atapun menyalakan gas warna- warni untuk mencari perhatian. Kata ultras sendiri berasal dari bahasa latin yang berarti luar biasa.Ultras juga hampir sama denagn Hooligan, dimana mereka bisa saja marah jika tim mereka kalah, namun di sisi lain, ada satu perbedaan mendasar antara ultras dan hooligan, yaitu tujuan utama dari ultras adalah mendukung tim bukan untuk adu fisik.

The VIP

Kalangan ini cenderung tidak terlalu mementingkan pertandingan, melainkan keinginan untuk ditonton oleh penonton lain. Sebagian dari kalangan ini adalah pebisnin tingkat tinggi yang menyaksikan pertandingan di tempat VIP. Oleh karena didasari oleh tujuan bisnis, maka segalanya dihitung sebagai investasi. Maka sudah umum jika dalam suatu pertandingan akan terjadi kesepakatan penting. Mereka tidak terlalu peduli dengan hasil pertandingan, kecuali hal itu mempengaruhi bisnis mereka.

Daddy/Mommy

Sesuai dengan namanya, kalangan ini adalah kalangan yang suka mengajak anggota keluarganya untuk menonton suatu pertandingan sepakbola. Bagi kalangan ini, pertandingan sepakbola diibaratkan sebagai sebuah rekreasi keluarga yang dapat mempererat rasa kebersamaan. Sebagian besar dari kalangan in adalah para karyawan profesional yang gemar akan sepakbola namun tidak fanatik. Dan biasanya mereka duduk berjauhan dari para ultras ataupun hooligan, demi keselamatan anggota keluarga mereka.

Christmas Tree

Kalangan in mengenakan berbagai macam hiasan ataupun atribut si sekujur tubuhnya. Kalangan ini berbeda dari ultras ataupun hooligan yang cenderung terdiri dari laki-laki, kalangan in terdiri dari laki-laki ataupun perempuan baik yang tampil sendiri, berpasangan ataupun berkelompok. Diketahui juga bahwa kalangan ini tidak hanya bertujuan untuk menonton pertandingan tapi juga untuk mendukung tim mereka dan berusaha menunjukan identitas
negara mereka. Sama halnya seperti kalangan daddy/mommy, kalangan ini juga cenderung menjauhkan dir dari hooligan dan ultras.

The expert


Kalangan ini adalah kalangan penjudi yang rata2 cukup berumur. Umumnya mereka memiliki wajah yang tegang selam pertandingan berlangsung dan tak jarang meneguk minuman keras karena saking tegangnya. Kalangan seperti ini biasanyahanya tertarik pada pertandingan besar sekelas world cup ataupun UEFA.

Couch Potato

Mungkin ini adalah kalangan terbesar dari penonton sepakbola karena kalangan ini adalah kalangan yang menonton sepakbola di rumah lewat TV. Sambil menon biasanya mereka menyediakan sedikit camilan dan kadang mereka pun mengajak teman2 ataupun tetangga untuk menonton bareng. Namun, walaupun hanya menonton lewat tv, terkdang kalangan ini juga mengenakan atribut tim kesayangan mereka

Tanggung jawab anak muda jakarta bagi kotanya


Tanggung Jawab Anak Muda Jakarta bagi Kotanya

Tanggung jawab, mungkin itu alasan yang tepat bagi kita pemuda pemudi Indonesia, yang khususnya tinggal di Jakarta, untuk mencintai dan mendukung, minimal mengenal apa yang dimiliki oleh kota ini. Kita lahir di Jakarta,  memiliki kewarganegaraan Indonesia, besar dan tumbuh di ibu kota bangsa, sudah sepatutnya kita mensupport apa yang Jakarta punya. Karena, kalau bukan kita siapa lagi?

Salah satu contoh dari tanggung jawab dari kita generasi penerus Indonesia yang tinggal di Jakarta adalah, mencintai dan mendukung Persija. Minimal, kita mengetahui bahwa Persija itu adalah klub sepakbola yang berasal dari Jakarta.

Namun, sekarang-sekarang ini, semakin sedikit pemuda-pemudi yang bersedia mendukung Persija. Jangankan mendukung, berminat untuk mengetahui tentang keadaan Persija saja mereka sungkan. Banyak diantara mereka yang lebih tertarik menambah informasi tentang klub sepakbola yang lokasinya berada jauh dari Jakarta. Padahal, yang di depan mereka saat ini, adalah tim hebat yang memiliki sejarah dan prestasi yang juga hebat.
Adalah Sheila dan Harry, dua orang kawan gue sesama alumni SMA Negeri 54 Jakarta, yang mencoba merealisasikan tanggung jawab mereka sebagai anak muda Jakarta untuk menunjukkan kepedulian mereka atas Persija



Sheila bersama kawa-kawan sekelasnya yang merupakan angkatan 2009 di SMA Negeri 54 Jakarta, memilih tema buku tahunan tentang euforia anak-anak muda pendukung Persija.  “Arrividerci Persija” adalah judul dari album mereka, artinya “sampai bertemu lagi Persija”. Mereka, memilih judul tersebut, dikarenakan mereka seolah menggambarkan bahwa mereka akan pergi ke kota / Negara lain untuk melanjutkan studi mereka paska mereka lulus SMA, dan apabila mereka telah sukses menyelesaikan studi mereka, mereka akan kembali ke kota Jakarta, dan kembali bertemu Persija. Karena bagi mereka, Persija itu ada, untuk kota Jakarta.
Dalam album foto, mereka bergaya seperti Jakmania-jakmania yang sedang larut dalam suasana mendukung Persija. Tetapi, yang bisa kita ambil dari foto-foto tersebut adalah, mereka seolah ingin menyampaikan kepada kawan-kawan lain bahwa Jakarta itu kotanya Persija. Dan sebagai generasi muda yang lahir, besar dan tumbuh di kota ini, sudah seharusnya, generasi muda mendukung eksistensi Persija dengan caranya masing-masing. Salah satunya yang pasti ya pergi ke stadion, bersama teman-teman untuk mendukung Persija, seperti yang mereka contohkan dalam foto-foto tersebut.
Lain Sheila, lain Harry. Harry,  mahasiswa jurusan Design Komunikasi Visual Universitas Bina Nusantara tahun 2007, memilih tema untuk Tugas Akhirnya yang berisikan tentang  Jakmania dan loyalitasnya sebagai pendukung dari Persija. Di dalam tugas Akhirnya itu, Harry menceritakan tentang loyalitas The Jakmania sebagai pendukung Persija dengan berbagai cara dan bentuk kontribusi yang diberikan, selama bertahun-tahun dan dari masa ke masa. Harry menyampaikan dalam bentuk visualisasi berupa foto mengenai bentuk 

dukungan The Jak atas Persija. Sehingga, bagi mereka yang melihat Tugas Akhir milik lulusan SMA Negeri 54 tahun 2007 ini, diharapkan akan memiliki pemikiran positif mengenai The Jakmania yang selama ini dianggap rusuh dan brutal oleh masyarakat luas.
Selain dua nama tadi, masih banyak generasi muda Jakarta yang menjadikan Persija Jakarta dan The Jakmania sebagai tema dari kegiatan kuliah/sekolahnya. Semoga, semakin banyak lagi harry dan Sheila yang lain, yang bertindak seperti itu, mencoba memasyarakatkan Persija dan memPersijakan masyarakat seperti dulu, selain dari cara menjadi supporter Persija itu sendiri. Karena, Persija Jakarta itu untuk kota Jakarta, dan kota Jakarta adalah kota dimana kita saat ini berdiri. Semua aspek dalam kota ini, sudah menjadi tanggung jawab kita, untuk dicinta dan dijaga, termasuk Persija Jakarta. (Edja-JO)


THANK BUAT REP JAKKEBONJERUK. YANG MEMBUAT ARTIKEL INI
Artikel inii ane peroleh di website nya jak  kebon jeruk
Http://jakkebonjeruk.co.cc

Senin, 16 April 2012

APA ITU O2 (ORANG OREN)

APA ITU O2 !!! (orang oren)

Awalnya Aji Kemayoran sama Fahru Pondok Ungu punya keinginan tuk buka usaha di bidang penjualan merchandise Persija dan the Jakmania. Mereka bicara sama gw tuk minta pendapat. Nah, gw suka nih yang kaya gini. Kreatif dan punya semangat. Toh dengan produksi kaos, berarti juga membantu pemasalan dan sosialisasi Persija dan the Jakmania. Gw dukung! Kebetulan gw ada rejeki lebih, gw mau bantu tuk beli peralatannya. Produknya juga harus punya label nama kan? Gw usul namanya ORANG OREN. Kenapa ORANG OREN? Panjang nih filosofinya.


ORANG OREN jelas menunjukkan loyalitas pada Persija yg menggunakan kaos oren, meski kalo Persija kaosnya item gw ga bakalan bikin ORANG ITEM, tar dibilang rasis lagi. ORANG OREN secara tidak langsung mengkampanyekan suporter Persija tuk tetep menggunakan kaos oren yang memang sudah menjadi ciri khas Persija. ORANG OREN kalo disingkat jadi O2, yang bisa juga dilihat sebagai angka 02 (kosong dua). Angka itu adalah no anggota gw di the Jakmania. Jadi lengkap kan.


Sayang niatan kedua orang itu ga berlanjut. Gw tunggu lama tapi ga ada juga gerakan yg lebih serius tuk mewujudkan usaha ini. Sampai dateng yang namanya QQ dari KM37 Villa Pertiwi. Dia tertarik dengan konsep ini dan karena kebetulan dia jago gambar, dia coba kasi usulan beberapa gambar tuk jadi logo produk. Gw pilih yang sekarang karena bentuknya seperti orang sujud. Gw berharap ORANG OREN selalu ga lupa tuk bersujud, dalam arti tunduk pada Sang Pencipta sekaligus juga menunjukkan kerendahan hati. Adanya logo membuat semangat baru, QQ juga yg mendesain gambar2 di kaos O2. Aji yang bagian produksi. Dan alhamdulillah, produk2 O2 diterima oleh para the Jakers.


Anehnya ketika desain o2 baru ada 3 jenis, tiba2 muncul isu2 di kepengurusan the Jakmania kalo O2 itu adalah organisasi tandingan the Jakmania. Gw justru tau gosip ini dari tetangga gw di Lebak Bulus. Gw ngakak dengan gosip ini. Disatu sisi, gw heran maunya apa dengan orang yg pertama bikin isu ini. Tapi disisi lain justru ini promosi gratis buat kaos2 O2. Semakin sering diomongin semakin banyak orang yg nyari.

O2 jalan terus beriringan dengan gosip yg menerpa. QQ pernah bikin kaos dengan logo O2 besar sekali di dada. Awalnya gw nolak, karena gw ga pengen orang jadi lebih cinta O2 daripada Persijanya. Niat awalkan O2 tu memproduk kaos2 Persija dan the Jakmania. Tapi belakangan semakin banyak permintaan kaos yang berlogo O2 besar di dada. Hehehe, tuntutan pasar harus didengar juga. Akhirnya bermunculanlah kaos2 O2 di distro2 the Jakmania. Sampe detik ini Aji masih terus memproduksi merchandise berlabel O2.


Yang gw sayangin adalah sikap beberapa Pengurus yang mengambil sikap bermusuhan dengan O2. Kenapa? Kan O2 itu hanya label poduk kaos? Kalo emang ga boleh, kenapa yang laen boleh? Liat aje produk2 kaos seperti Stepmover, Biang Kerok dll.


Belakangan, atas permintaan temen2 korwil, diadakanlah forum di Stasiun Oren. Forum tsb tujuannya cuma menjadi jembatan komunikasi antara Manajemen TIm dengan Suporter Persija. Forum tsb awalnya cuma dihadiri segelintir orang. Sejalan dengan waktu makin banyak yang hadir disana untuk ikut dalam forum yang sebetulnya gw lebih suka menyebutnya sebagai 'obrolan warung kopi'. Tapi temen2 lebih sering menyebutnya sebagai 'kuliah'. Persis seperti ketika gw dulu mimpin pertemuan di Menteng saat gw menjabat sebagai Ketua Umum the Jakmania.


Awalnya forum itu cuma untuk ngobrolin perkembangan Persija. Tapi makin lama makin banyak yg dateng tuk tukar pikiran tentang aktivitas dan kreativitas mereka masing2. Seperti Ontel Oren, JakOnline, JakComic, JakPhotography, Tiger Boys, Orange Street Boys, JakMovie, Mental Baja dll. Selama itu ada manfaatnya untuk Persija, pasti gw dukung. Bukan cuma sekedar dukung dengan kata2, tapi gw juga coba membantu membesarkan kreativitas mereka agar bisa lebih diterima anggota. Toh semakin banyak komunitas ini, semakin banyak pula peluang kita untuk memperkenalkan Persija, dan pada ujungnya semakin banyak orang yang cinta sama Persija.


Belakangan malah beberapa kelompok juga hadir di Stasiun Oren tuk sekedar tuker pikiran bagaimana mengembangkan suporter Persija di wilayah masing2 sehingga mereka bisa mendirikan korwil the Jakmania. Hal kaya gini jelas gw suport banget. Meski tetap keputusan ada di tangan Pengurus Pusat di Sekretariat the Jakmania Lebak Bulus, tapi ga ada salahnya kan klo kita bantu memotivasi setiap orang yang ingin mengembangkan suporter Persija di kampungnya. Toh, di Stasiun Oren tidak pernah membuat sebuah keputusan, karena keputusan yang sah cuma dateng dari Pengurus Pusat.


Di Stasiun Oren juga banyak yang bukan anggota the Jakmania. Buat gw, adalah hak mereka tuk memutuskan menjadi anggota the Jakmania atau enggak. Yang penting gw cuma liat semangat mereka tuk dukung Persija. Memang ada kritikan dari oknum Pengurus yang bilang kalo bukan anggota kenapa pake fasilitas organisasi? Lah, bukannya kalo tur tandang ada harga khusus tuk yg bukan anggota? Demikian juga penjualan kaos di Sekret, ada harga anggota dan harga non anggota.


Ah, sayang sekali. Menurut gw, sikap oknum Penguruslah yang membuat terjadi pengkotak-kotakan di kalangan suporter Persija. Kenapa mereka harus kampanye negatif tentang O2? Apa mereka khawatir keberadaan O2 itu bisa mengganggu eksistensi mereka sebagai Pengurus? Kalo gitu introspeksi diri dong, apa yg kurang dari dirinya sendiri? Dulu gw bikin JAK ANGEL kaga ada yg protes? Gw bikin OREN SEJATI juga kaga ada yg protes? O2 tidak menyalahi aturan organisasi. Semua orang berhak tuk ngadain forum sendiri selama tidak mengatasnamakan organisasi. Kita tidak pernah bilang Stasiun Oren tu sekretariat the Jakmania. Kita juga tidak pernah mengeluarkan Kartu Anggota. Apa setiap orang yg ke Stasiun Oren trus mengajukan pendirian korwil ke O2? Tidak kan? Mereka semua mengajukan korwil ke Pengurus Pusat di Sekretariat Lebak Bulus. Harusnya mereka berterima kasih dengan motivasi yang kita berikan sehingga semakin banyak orang yang bersemangat tuk diriin korwil.


Ingat! Dalam AD/ART the Jakmania, disitu dikatakan Pengurus the Jakmania harus bisa menjadi jembatan antara Pengurus Persija, Pemain Persija dan Suporter Persija. Ingat! the Jakmania punya kewajiban untuk menghimpun dan menggalang suporter Persija.


Dulu, waktu irlan Garis Keras masih gw terima di Stasiun Oren, dia orang pertama yang bilang sama gw kalo dia dan seluruh Garis Keras menyatakan bergabung dengan O2! Gw ketawa dengernye. Gw tegasin lagi, kalo O2 itu bukan organisasi dan insya allah tidak akan pernah menjadi sebuah organisasi. Memang sekarang O2 berkembang menjadi sebuah komuntias. Wajar kan? Seperti komunitas Slankers, OI, dll. O2 hanya sekelompok manusia pecinta Persija yang ingin terus mengikuti perkembangan Persija, ingin terus mendekatkan diri pada Persija, dan ingin terus bersilaturahmi dengan sesama suporter Persija. O2 tidak pernah bertentangan dengan the Jakmania, karena sebagian besar dari O2 adalah anggota the Jakmania. O2 tidak pernah mengeluarkan pernyataan resmi, karena kami hadir dan kumpul disana cuma ngobrolin Persija. Silahkan orang laen menganggap kita berhianat pada organisasi.

Yang penting... KITA TIDAK PERNAH BERKHIANAT PADA PERSIJA..!

TENTANG CINTA

Tentang Cinta

1. Cinta itu seperti kupu-kupu. Tambah dikejar, tambah lari. Tapi kalau dibiarkan terbang, dia akan datang disaat kamu tidak mengharapkannya.
Cinta dapat membuatmu bahagia tapi sering juga bikin sedih, tapi cinta baru berharga kalau diberikan kepada seseorang yang menghargainya.
Jadi jangan terburu-buru dan pilih yang terbaik.
2. Cinta bukan bagaimana menjadi pasangan yang “sempurna” bagi seseorang.Tapi bagaimana menemukan seseorang yang dapat membantumu menjadi dirimu sendiri.
3. Jangan pernah bilang “I love you” kalau kamu tidak perduli. Jangan pernah membicarakan perasaan yang tidak pernah ada.
Jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau hal itu akan menghancurkan hatinya.
Jangan pernah menatap matanya kalau semua yang kamu lakukan hanya berbohong.
Hal paling kejam yang seseorang lakukan kepada orang lain adalah membiarkannya jatuh cinta, sementara kamu tidak berniat untuk menangkapnya…
4. Cinta bukan “Ini salah kamu”, tapi “Ma’afkan aku”.
Bukan “Kamu dimana sih?”, tapi “Aku disini”.
Bukan “Gimana sih kamu?”, tapi “Aku ngerti kok”.
Bukan “Coba kamu gak kayak gini”, tapi “Aku cinta kamu seperti kamu apa adanya”.
5. Kompatibilitas yang paling benar bukan diukur berdasarkan berapa lama kalian sudah bersama maupun berapa sering kalian bersama, tapi apakah selama kalian bersama, kalian selalu saling mengisi satu sama lain dan saling membuat hidup yang berkualitas.
6. Kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama yang kamu inginkan dan menyayat sedalam yang kamu ijinkan.Yang berat bukan bagaimana caranya menanggulangi kesedihan dan kerinduan itu, tapi bagaimana belajar darinya.
7. Caranya jatuh cinta: jatuh tapi jangan terhuyung-huyung, konsisten tapi jangan memaksa, berbagi dan jangan bersikap tidak adil, mengerti dan cobalah untuk tidak banyak menuntut, sedih tapi jangan pernah simpan kesedihan itu.
8. Memang sakit melihat orang yang kamu cintai sedang berbahagia dengan orang lain, tapi lebih sakit lagi kalau orang yang kamu cintai itu tidak berbahagia bersama kamu.
9. Yang paling menyedihkan dalam hidup adalah menemukan seseorang dan jatuh cinta, hanya untuk menemukan bahwa dia bukan untuk kamu dan kamu sudah menghabiskan banyak waktu untuk orang yang tidak pernah menghargainya.
Kalau dia tidak “worth it” sekarang, dia tidak akan pernah “worth it” setahun lagi ataupun 10 tahun lagi.
Biarkan dia pergi…
10. Kadang Tuhan yang mengetahui yang terbaik,akan memberi kesusahan untuk menguji kita. Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya bisa tertanam dalam.
Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan dibaliknya.
Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa…
ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.
11. Mengapa menunggu ? karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa.
Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono.Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai, kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu.
12. Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan, ketimbang memilih apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai, ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat, Karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah, karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius.
Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama, dan penantian kita tidaklah sia-sia.
Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal - iman, keberanian, dan pengharapan - penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan.
Pada akhirnya…Tuhan dalam segala hikmat-Nya, meminta kita menunggu, karena alasan yang penting.
terima kasih sahabat ^^


di postkan oleh AZIZ MN

POLISI.....Jangan ganggu kreatifitas kita

"OLEH:AZIZ MUHAMMAD N"


Ya gua buat artikel ini mungkin mewakili isi hati para the jakers.



     Bagaimana tidak polisi sekarang bertindak terlalu refrensif kepada the jak mania.polisi terlalu lebay setiap mengamankan pertandingan kandang persija di jakarta.Memang tugas polisi mengamankan segala acara baik pertandingan bola,musik,demo dll.tapi menurut gw setiap kali polisi mengamankan pertandingan persija sepertinya mereka bersikap terlalu refrensif.ini sepak bola indonesia pak yang udah bukan rahasia lagi seporternya masuk 10 besar seporter terbaik di dunia tepatnya urutan ke 3 ,bahkan bisa mengalahkan tim terbaik dunia lainnya sperti brazil dan italia.

    Menurut gua memang tugas polisi mengaman kan pertandingan,tapi jangan terlalu reprensif dalam mengamankan nya.seperti mengibarkan giant flag menurut gua itu tidak menggangu jalannya pertandingan,dengan alasan tiang bendera dapat digunakan untuk ajang tawuran nantinya, alasan yang terlalu paranoid menurut gua.saat membawa gulungan kertas roll yang nantinya akan digunakan untuk memeriahkan suasana tribun saat sesi opening dengan alasan gulungan kertas dapat membahayakan orang lain.. Terlalu berlebihan..mana mungkin se gulung kertas bisa membahayakan orang lain,alasan yang tidak masuk akal.Belum lagi “pengusiran” penonton oleh pihak keamanan yang berada di tribun begitu pertandingan usai untuk segera meninggalkan tribun.bukankah para supporter telah membeli tiket untuk dapat masuk ke stadion dan tentu saja berhak untuk menikmati suasana Tribun, sedangkan pihak keamanan dalam hal ini kepolisian justru dibayar oleh pihak Panpel untuk memastikan kenyamanan & keamanan pengunjung bukan ??

  Menyalakan flare??itu bukan sudah biasa dalam pertandingan bola sperti seporter arema "aremania",seporter persisam "pusamania" dll.mereka sama sama menyalakan flare tapi tidak ada pelarangan,dari pihak kepolisian.itu kretifitas pak,tidak ada yang bisa melarang karna ini negara demokrasi bebas mengeluarkan pendapat.baik dalam politik dan olahraga.
 
   Belum lagi tindakan polisi yang tidak adil,mengkunci gerbang besar ke arah halaman GBK dari hallbasket,kepolisian tidak membuka gerbang tersebut,hanya di buka sedikit masih di kunci memakai rantai dan gembog dan hanya muat kira kira 1 org saja,sehingga saat pertandingan selesai para the jakers berebut keluar,banyak anak kecil dan perempuan yang terjebak di kerumunan trsebut, bahkan ada yang nekat memanjat pagar yang tingginya kurang lebih 3 meter.bisa di bayangkan jika ada yg terjatuh,apakah pihak polisi mau bertanggung jawab?? sepertinya jika di buka pun tidak ada masalah,malah mempermudah untuk masuk dan keluar.

   tidak adil rasanya bila gua mengumbar-umbar sifat negatif nya polisi saja.dan tidak mengumbar sifat positifnya.nah ini segi positifnya:menurut gua pengamanan polisi di luar GBK sperti di jalan jalan raya cukup baik,pihak polisi mengkordinir dengan ramah para the jakers untuk mematuhi peraturan seperti melarang berdiri di atas kap metro.dan para the jakers pun bisa mematuhi nya.itu baiknya jika dari ke dua belah pihak bisa menghormati jadi semua berjalan dengan baik.Tapi harus dari pihak polisi duluan karna tugas polisi melayani masyarakat,dan the jakmania itu masih juga masyarakat.
    
  cukup sekian artikel yang gua buat,mohon maaf jika ada kata kata yang salah,maklum manusia karna kesempurnaan hanya milik allah swt.
              
                      katanya bola kita rusuh
                      katanya bola tak bermutu
                      apapun tang terjadi
                      kami selalu janji akan memperbaiki citra buruk ini
                                  polisi pilih kasih saling caci maki
                                  bagi kami football for unity

artikel ini bukan menjelek jelekan suatu pihak
tapi  ini kritikan untuk mengoreksi suatu pihak
agar lebih baik ke depan :)

kita tidak terlahir dari rahim orang tua kita


oleh ;aziz muhhamad n


     Mungkin saya terlalu berlebihan dalam memberikan judul yg anda baca sebelum anda membaca tulisan saya, lalu kenapa saya memberikan judul seperti itu, karena saya membicarakan realita. Percaya atau tidak itulah kita (setidaknya mayoritas diantara kita seperti itu). Mau tau kenapa saya memberi judul itu ?. Silahkan bersihkan hati anda dari anggapan yg tidak baik baru baca tulisan ini.

PERSIJA Jakarta itulah sebuah nama yg tidak asing kita dengar, sebuah klub sepak bola dari ibu kota yg memiliki suporter loyal yg akrab di sebut dengan The Jakmania. Sebuah klub elite yg berada di Ibu Kota Jakarta ini tentunya bukan sesuatu yg menjajikan bahwa dengan berada di ibu kota maka akan ada piala datang pada setiap tahunya. Klub yg berseragam oranye ini rasanya sangat akrab dengan warga Indonesia kususnya Jakarta, tim yg selalu melahirkan bintang-bintang ( maklum saja kan tinggal di ibu kota jadi sering masuk TV , seiring perjalananya jadi cepat terkenal ).

Kalau membicarakan PERSIJA maka tidak akan ada habisya karena saya anda dan kalian mempunyai penganlaman yg berbeda tapi ada yg menyamakan kita yaitu PERSIJA. Mungkin anda akan menganggap aneh apa hubunganya PERSIJA dengan rahim orang tua kita ?. Itulah yg saya akan coba ungkapkan dalm tulisan ini. Sebuah tulisan yang membuat saya cukup bangga kenapa saya akhirnya menetapkan hati saya pada PERSIJA JAKARTA. Tulisan yang akan mencoba membuat anda merasa berbeda telah memilih PERSIJA sebagai pelabuhan hati anda. Sadar atau tidak inilah kita dengan kejujuran yang selama ini kita tidak sadar atau tidak pernah mau menyadarinya. Inilah kita dengan kekuatan hati kita untuk tetap memilih PERSIJA sebagai klub yg kita cintai.

Ada satu alasan kenapa gw harus mengungkapkan ini kepada khalayak ramai. Suatu hari gw pernah nonton bola bareng sama sodara gw, kebetulan cuma di televisi aja. Waktu itu yg main bukan PERSIJA dan yg main persib. sodara gw seneng banget liat persib main dan dia juga liat aksi viking yg atraktif. “ tuh liat vikjing gerakannya baguskan ?”. Semangat nya tuh mesti di acungkan jempol.'bagus apanya?',pikir gw.liat dong thejak juga lebih atraktrif,liat kalo persija main,gw bilang gitu ke sodara gw.

Tanpa harus mengomentari sodara gw panjang lebar akhirnya gw ganti aja chanel tv gw. Gw pikir kalo gw ladenin sodara gw malah tambah panjang lagian sodara gw orangnya keras kepala. lalu gw ganti chanel lain berharap sodara gw tidak melanjuti ceramahnya dia lagi. Eh gw salah ternyata masih berlanjut, yaudahlah gw jabanin aja adu argumentasinya.viking itu rusuh orang dusun norak katro,dari sejarah the jak kontra vikjing itu yang mulai duluan pasti vikjing,kata gw.

Panjang mengadu argumentasi dan singkat cerita gw tetep memilih PERSIJA sebagai klub yg gw miliki. Dan sodara masih juga membagangkan klub dari bandung itu. Ah bwat gw sih santai aja ini toh era demokrasi jadi ngadu argumen itu wajar adanya. Mungkin sebagian cerita gw ini pernah di alami beberapa teman pecinta PERSIJA. Mesti beradu argumen untuk membela PERSIJA walau pilihan itu berbeda dengan orang sekeliling lo. Yah enak ga enak sih apa lagi ama sodara sendiri tapi bodo lah PERSIJA bwat gw ga bisa di ganggu gugat. Mereka ga pernah tau gimana nikmatnya berbaur di antara ribuan orens mereka ga pernah ngerti akan situasi yg kita alami.

Gw bangga sebagai suporter PERSIJA. Gw ga terlahir dari rahim orang tua gw, saat orang tua gw memilih dengan suku dan ras yg sama untuk sebuah kecintaan mereka pada sebuah klub sepak bola di Indonesia gw berani untuk ambil keputusan. Inilah perbedaan kita dengan suporter lain, mungkin sebagian dari mereka menjadi suporter terlahir dari rahim orang tua mereka tapi kita tidak, kita bisa dan mau mengambil keputusan sendiri tentang cinta kita. Walau PERSIJA di suporteri dengan dominasi anak muda dan masih baru bukan berarti kita dianggap sebelah mata sudah banyak prestasi yg kita raih dan juga udah banyak juga catatn hitam kita. Semuanya akan menjadi pelajaran berharga buat kita semua.

Kitalah suporter yg paling berbeda, bukan hanya dari orang betawi saja yg mendukung PERSIJA tapi dari berbagai macam suku, malah sekarang udah banyak suporter PERSIJA yg tidak pernah tinggal di Jakarta tapi mencintai PERSIJA. Padahal di kota mereka ada klub sepak bola juga dan klubnya juga ada di ISL. Inilah yg selalu membuat bangga banget kenapa gw jadi pecinta PERSIJA. Cinta kita murni dari hati kita sendiri buakn dari orang tua kita. Cinta kita tulus setulus kita mencari pasangan ( walau sampai saat gw menulis tulisan ini belum punya pasangan, hehehe)
Dan kita akan membawa cinta ini menuju gerbang PERSIJA dan kita akan mengakhiri semunya juga dengan PERSIJA.

Karena KITA TIDAK TERLAHIR DARI RAHIM ORANG TUA KITA ,,


Itulah sepenggal kata yg gw banggakan, cinta yg murni datang dari diri dan hati kita masing-masing.


Tinggalkan ras tinggalkan suku
Satu tekad dukung PERSIJA
Dibawah bendera The Jakmania
Majulah PERSIJA pantang mundur

Jangan kembali pulang
Sebelum PERSIJA menang
Walau harus mati di tengah lapang jakmania selalu berkorban

kenapa sepak bola dan kenapa persija??

Oleh : Eka Zairina Aly Hanafiah

Sepanjang saya terlibat dalam dunia supporter Persija, banyak sekali orang yang bertanya, mulai dari kenapa saya menyukai sepakbola, kenapa Persija? Tidak banyak yang bisa saya jawab, hanya kata-kata ini yang biasa saya berikan kepada mereka yang bertanya.
Saya perempuan terlahir dari ibu berdarah melayu sumatera dan ayah berdarah sunda. Namun, kota saya lahir dan besar, bukan lah kota yang secara darah ada dalam diri saya. Saya lahir dan besar di Jakarta, tepatnya disebuah daerah bernama Condet, di suatu keluarga yang sangat menyukai olahraga, terutama sepakbola.

Sejak kecil, ayah sering mengajak saya melihat pertandingan sepakbola, walaupun tidak paham dengan situasi dan kondisi serta aturan-aturan dalam permainan itu. Satu hal yang saya tahu ayah sangat menggemari olahraga 11 melawan 11 ini.

Lama kelamaan, kebiasaan saya untuk melihat pertandingan sepakbola terus ada dalam diri saya, meskipun ayah sedang tidak di rumah, melihat pertandingan sepakbola sebelum pergi mengaji selayaknya anak-anak lain, saya lakukan. Apa yang saya lihat, klub berwarna oranye, yang bermain di Std. Lebak Bulus Jakarta.


Belum terpikir oleh saya tentang kejayaan tim, kemenangan, rivalitas dengan klub lain, hanya persija dan persija. Saya melakukan seperti yang ayah saya lakukan.

Namun, seiring bertambahnya umur, saya semakin sadar bahwa ini bukan hiburan semata. Ada alasan kenapa saya senang melihatnya. Bukan karena ayah saya, karena logikanya, jika karena ayah, pasti kebiasaan saya akan hilang saat ayah saya tiada beberapa tahun silam. Saya pun menemukan jawabannya, apa? Cinta! Cinta atas apa? Jakarta dan Indonesia.

Saya yakin dengan jawaban tersebut setelah saya terlibat perdebatan dengan teman-teman mengenai kebiasaan saya menonton Persija. Menurut mereka, tidak wajar, karena melihat kualitas dari liga kita yang cenderung minim prestasi malah maksimal rusuh (baik dari pemain maupun suporter).


Ketika mereka mengeluarkan statement-statement yang lebih mengedepankan liga-liga sepakbola luar, saya hanya mampu menjawab saya orang Indonesia, saya bangga atas apa yang saya punya.


Tidak hanya itu, saya sering terlibat konflik dengan keluarga dari ayah saya yang seluruhnya mendukung klub rival yang asalnya dari kota Bandung. Mereka selalu bertanya, kenapa? Saya hanya menjawab, Jakarta. Saya lahir, besar dan berdiri disini, bangga dan cinta lahir atas kota ini.

Jadi jika ada yang bertanya kenapa suka sepakbola, jelas karena keluarga. Tetapi, kenapa Persija? Dengan sangat jelas saya menjawab, Persija itu representasi rasa cinta dan bangga saya sebagai Pemudi Jakarta dan Indonesia atas kota dan negerinya

sejarah the jakmania

The Jakmania adalah kelompok pendukung / supporter kesebelasan sepak bola Persija Jakarta yang berdiri sejak Ligina IV, tepatnya 19 Desember 1997. Markas dan sekretariat The Jakmania berada di Stadion Lebak Bulus. Setiap Selasa dan Jumat merupakan rutinitas The Jakmania baik itu pengurus maupun anggota untuk melakukan kegiatan berkumpul bersama membahas perkembangan The Jakmania serta laporan-laporan dari setiap bidang kepengurusan.Tidak lupa juga melakukan pendaftaran bagi anggota baru dalam rutinitas tersebut.Sejarah


Ide terbentuknya The Jakmania muncul dari Diza Rasyid Ali, manager Persija saat itu. Ide ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Sebagai pembina Persija, memang Sutiyoso sangat menyukai sepak bola. Ia ingin sekali membangkitkan kembali persepak bolaan Jakarta yang telah lama hilang baik itu tim maupun pendukung.
Pada awalnya, anggota The Jakmania hanya sekitar 100 orang, dengan pengurus sebanyak 40 orang. Ketika dibentuk, dipilihlah figur yang dikenal di mata masyarakat, yaitu Gugun Gondrong yang merupakan sosok paling ideal di saat itu. Meski dari kalangan selebritis, Gugun tidak ingin diberlakukan berlebihan. Ia ingin merasa sama dengan yang lain.
Pengurus The Jakmania waktu itu akhirnya membuat lambang sebuah tangan dengan jari berbentuk huruf J. Ide ini berasal dari Edi Supatmo, yang waktu itu menjadi Humas Persija. Hingga sekarang, lambang itu masih dipertahankan dan selalu diperagakan sebagai simbol jati diri Jakmania.
Seiring dengan habisnya masa pengurusan, Gugun digantikan Ir. T. Ferry Indrasjarief yang lebih akrab disapa Bung Ferry. Masa tugas Bung Ferry adalah periode 1999-2001 dan kembali dipercaya untuk memimpin The Jakmania periode 2001-2003, 2003-2005.
Bung Ferry memimpin The Jakmania hingga 3 periode. Di bawah kepemimpinan Bung Ferry yang juga pernah menjadi anggota suporter Commandos Pelita Jaya, The Jakmania terus menggeliat. Organisasi The Jakmania ditata dengan matang. Maklum, Bung Ferry memang dibesarkan oleh kegiatan organisasi. Awalnya, sangat sulit mengajak warga Jakarta untuk mau bergabung.
Beruntung, pengurus menemukan momentum jitu. Saat tim nasional Indonesia berlaga jelang Piala Asia, mereka menyebarkan formulir di luar stadion. Dengan makin banyaknya anggota yang mendaftar sekitar 7.200 anggota, dibentuklah Kordinator Wilayah.
Dan sampai pendaftaran terakhir saat ini terdapat lebih dari 70.000 anggota dari 50 Korwil. Setelah diadakan Pemilihan Umum Raya 2005, untuk memilih Ketua Umum yang baru, akhirnya terpilihlah Ketua Umum Baru periode 2005-2007 yaitu Hanandiyo Ismayani atau yang bisa dipanggil dengan Bung Danang.
Selain itu beberapa pekan terakhir kelompok supporter ini sering terlibat beberapa tawuran antar anggotanya, hingga memeunculkan beberapa tanda tanya dengan sepak terjang jakmania.



Prestasi


2003 - Supporter favorit dalam Sepak Bola Award - ANTV
2008 - Supporter Terbaik dalam Liga Indonesia


Struktur Organisasi



Quote:

<><> <><> <><>

Ketua Umum:
Larico Ranggamone

Ketua Harian:
Sobari

Ketua I: Chairul Ichsan

Ketua III:
Suryadi
Sekretaris Umum:
Richard Achmad Supriyanto