Minggu, 13 Mei 2012

Jakmania akan tinggalkan lebak bulus


The Jakmania
 Suporter Persija Jakarta, The Jakmania telah diminta untuk meninggalkan sekretariatnya yang berada di Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Niat Pemeritah Provinsi DKI Jakarta membangun Stasiun Mass Rapid Transit (MRT) di bekas home ground Macan Kemayoran itu memaksa pasukan Oranye mencari sekretariat baru.

Ketua Umum The Jakmania, Larico Ranggamone mengaku pihaknya telah diminta untuk meninggalkan stadion Lebak Bulus pada bulan ini. Namun karena belum mendapat surat perintah resmi dari Pengprov DKI, The Jakmania pun tidak ingin tergesa-gesa untuk meninggalkan markasnya.

"Memang awalnya, bulan ini kami sudah harus mengosongkan sekretariat. Tetapi sampai sekarang kami belum menerima surat resmi perintah pengosongan tersebut. Jadi untuk sementara ini kami masih tetap di Lebak Bulus dulu sampai surat benar-benar turun," ujar Larico saat dihubungi VIVAbola, Selasa 3 April 2012.

Pemprov DKI Jakarta saat ini tengah merancang sebuah megaproyek transportasi massal ibu kota. Stadion Lebak Bulus rencananya akan digusur dan dijadikan sebagai depo stasion MRT yang dipercaya dapat mengurai kemacetan Jakarta. Stasiun ini rencananya akan berdiri di atas lahan seluas 1 hektar sehingga harus menggusur terminal Lebak Bulus yang berada tepat di sebelah stadion.

Rencana ini sebenarnya sempat ditentang banyak kalangan. Namun Pengprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Fauzi Bowo berjanji akan membangun kembali stadion pengganti Lebak Bulus.

"Kami sangat menyayangkan persoalan ini. Seharusnya, pemerintah terlebih dahulu menyiapkan stadion baru seperti yang pernah mereka janjikan. Kami sudah menempati stadion ini selama lima tahun terakhir. Jika memang harus digusur, seharusnya mereka juga konsisten dengan janji membangun stadion baru. Sudah saatnya pemerintah DKI merealisasikan janji tersebut," kata Larico.

Jakmania sendiri telah mengincar sejumlah lokasi baru markas mereka. Menurut Larico dari beberapa opsi yang muncul, pilihan terkuat tampaknya mengerucut kepada GOR Ciracas, Jakarta Timur.

"Kami sudah berbicara dengan pihak pengelola GOR jika memang harus segera pindah. Alasan kami memilih Ciracas, karena Persija sendiri menggelar latihan di tempat itu," kata Larico.

"Tapi sekali lagi, kami tidak mau buru-buru pindah. Di Lebak Bulus ini lokasinya strategis. Kami akan tetap di sini dulu sampai ada perintah resmi," ujar Larico menambahkan.

Ini bukan kali pertama The Jakmania harus meninggalkan sekretariatnya. Sebelum ke Lebak Bulus, suporter yang identik dengan warna oranye ini juga harus meninggalkan markasnya di Stadion Menteng, Jakarta Pusat yang saat ini telah disulap menjadi taman kota

Para Pendiri The Jakmania Gelar Reuni Di Lebak Bulus



Reuni JM/Dok. Zani - Soccer 

Click to enlarge
JM, sebutan bagi pendiri awal The Jakmania - suporter klub ibukota Persija Jakarta - yang berjumlah 40 orang, mengadakan pertemuan di Stadion Lebak Bulus pada Minggu (15/4).
Pertemuan ini bisa dibilang menjadi ajang reuni, ungkap Ferry Indrasjarief salah satu pendiri Jakmania yang juga saat ini menjadi sekretaris team Persija.
Lebih lanjut Ferry mengatakan, "Acara ini sudah dikonsep dari jauh hari, menentukan waktu untuk berkumpul ini lumayan sulit, mengingat kesibukan yang sudah dimiliki masing-masing JM."
"Hadir dalam pertemuan ini Gugun Gondrong, artis yang juga pendiri Jakmania sekaligus Ketua The Jakmania pertama dengan nomor JM 01", ungkap Ferry Indrasjarief.
Meskipun tidak semua JM yang hadir, setidaknya kedatangan lebih dari 20an orang JM dalam acara ini menjadi prestasi tersendiri mengingat aktifitas yang dimiliki
Kumpul-kumpul ini juga menjadi tribute tersendiri untuk Stadion Lebak Bulus yang tak lama lagi rencananya akan digusur untuk proyek terminal MRT.
"Foto-foto bersama dengan atribut lengkap The Jakmania, sharing tentang Persija dan Jakmania menjadi kegiatan pokok dalam acara ini," pungkas Ferry (Zani)

Rabu, 18 April 2012

coretan pengalaman pertama gua nonton persija


Awalnya gua cuma bisa nonton pertandingan persija lewat layar kaca,
bagi gua nonton persija di stadion cuma mimpi belaka,
ikut dalam komunitas the jak gag pernah terbayang ama gua.
4 Tahun yang lalu gua hanyalah seorang the jak layar kaca, yang gk punya kata, gk bisa ngrasain atmosfer pertandingan di stadion, gk bisa ngasih dukungan secara langsung buat tim kebanggan gua persija .

Gua selalu berharap dan berhayal buat nonton persija di stadion, ngasih dukungan buat persija secara langsung bersama para Jakmania dan Jakangel, tapi dulu itu sangatlah mustahil,jujur waktu gua masih smp gua takut nonton persija di benak gua Cuma ada pikiran rusuh rusuh dan rusuh,maklum masih kelas 1 smp belum jauh  dari kls 6sd,heheh

 ajakan temen gua dan dorongan orangtua gua supaya gua nonton persija katanya sih dari pada di rmah gk ngapa ngpain,  akhirnya gua beraniin buat nonton tim kebanggan warga jakarta tersebut,pertandingan yang pertama gua tonton persija vs persijap di stadion lebak bulus,waktu itu cuaca hujan rintik rintik,dan gua pisah sama tmen tmen gua,akhirnya gua masuk berdua sama tmen gua,

                satu kata yang ada di pikiran gua “keren abis"
                satu rasa yang gua rasain "ketagihan "sampe sekarang :D

Sekarang nonton persija di stadion bukan hanya sekedar mimpi lagi buat gua, ngasih dukungan secara total di stadion bareng jak mania dan jak angel bukan sekedar hayalan gua . Gua bisa ngerasain kebanggaan yang lebih saat persija raih point 3. gua bangga ama persija saat bisa bermain total . Gua sampai gag bisa berkatakata lagi saat persija menggulung lawannya, hanya sorakan kemenangan yang bisa gwe kasih buat punggawa persija .

Namun yang namanya pertandingan tentunya bergulir, ada kalanya kita harus menelan pil pait kekalahan kekecewaan mungkin ada tapi rasa cinta gwe gag bakal berkurang buat persija . Kalah menang sudah menjadi hal yang biasa , kalah menang the jak mania selalu ada buat persija .
#JAK KELAPA GADING,KAMI ADA KARNA PERSIJA


komunitas butuh: keroyalitasan dan loyalitasan


Hay.. huy.. hay.. huyyy *kedipin*
Perkenalkan nama gua AZIZ MUHAMMAD NADZIR, yang ber Status (alhamdulillah) Single dalam beberapa abad yang lalu! :D *terus?.. Oke cs langsung aje ke topiknya yee? *IYA, emang topiknya apaan bang?* Itu di titlenyakan ada??!!!! *bangkit*

Tongkrongan atau Perkumpulan menurut gua sangat-sangat butuh Royalitasan dan Solidaritasan antara sesama member, kerabat atau teman bro! Kenapa demi kian? *dengan singgap gua menjawab* karena suatu Komunitas, Tongkrongan atau Perkumpulan sesama umat, sesama kerabat atau teman bila tidak adanya jiwa Royalitasan dan Solidaritasan tidak akan bisa tongkrongan atau perkumpulan itu bertahan lama atau bisa juga terpengaruh keterpurukannya suatu kerabat mengundurkan diri dan berkata bahwa di tongkrongan ini ada si (A) yang anaknya pelit perhitungan dll, dan akhirnyapun satu persatu kerabat pergi atau keluar dari tongkrongan, kalau masih satu tongkrongan mungkin hanya cukup tahu bahwa si (A) anaknya bla bla bla bla...

Gua sih cukuplah tau sifat-sifat dari anak-anak tongkrongan gue yang mayoritas doyan nongkrong tapi Solidaritasnya yaa cukup gue aja yang tau, HAHA!
Banyak Modusnya loh bro si para perhitungan ini kalau dimintain dana yaa?? Patungan lah buah jajan rame rame atau kita lagi butuh dana untuk sesuatu yang penting tapi ekonomi kita tak memadai...

dan inilah beberapa MODUS yang sering kali gue rasain *rasaku rasamu juga*:



ada yang bilang gak punya duit padahal dikantong ada (modus ini udah basi). okelah kita juga harus berfikir 2x bro, mungkin dia juga butuh duit untuk keperluan pribadinya.



Ini ada yang punya duit tapi duitnya enggak dibawa-bawa atau ditaro dirumah dengan alesan "yah duit gua ketinggalan bro" (mau dibawa mati itu duit). okelah berfikir 2x lagi bro, mungkin dia lagi nabung untuk kelak dimasa depannya nanti atau mungkin dia kepingin cepet-cepet nikah *nikah sama kambing*.. HAHA!



uang bukanlah segalanya, akan tetapi segalanya butuh uang..



Sekiandeh unek-unek suatu masalah hidup gua *hidup gua hidupmu juga* di tongkrongan atau perkumpulan yang sering gua temui disekeliling kehidupan gua brur :)

Nah gue ada 5 Pertanyaan nih yang wajib elo elo elo dan elo para fans gua,:D  pembaca blog guA, kalian yang sedang blogwalking dan para pembaca kesasarVERS blog gua, pertanyaannya sebagai berikut:

1. Menurut kalian arti dari tongkrongan atau perkumpulan itu apa sih?

2. Apakah penting ke Royalitasan tumbuh di jiwa para tongkrongan atau perkumpulan?

3. Apasih dampak yang akan datang bila suatu Tongkrongan atau Perkumpulan bila member atau kerabatnya tidak ada jiwa Solideritasnya?

4. Apakah kalian setuju dengan ringkasan gue tentang suatu tongkrongan atau Perkumpulan?


5. Kalau ada kerabat lo yang pelitnya minta ampun, bagaimanakah anda untuk menyikapinya?

kalo ini jawaba gua brur!!


1. Yah gitudeh susah untuk dijelasin melalui kata - kata! *no comment*


2. Pentinglah, kalo gak penting mau dibawa kemana hubungan kita? *gue nanya elo*


3. Mungkin... Berdampak berakhirnya suatu hubungan kita kali yaa?! -_-


4. Setuju karena ringkasan lu itu put bener - bener apa yang gue rasain loh.. *kedipin mata*


5. Tonjok, injek, cubit, gaplok, tendang dll *jangan tiru adegan ini*
Selesai...



*Jangan tiru jawaban yg OGEB ini*



Oke brurr silahkan kalian jawab deh 5 pertanyaan yang tadi itu dengan serius berikut dengan ringkasan tentang Tongkrongan dan Perkumpulan Butuh ke Royalitasan (kaya postingan ini) dan jangan lupa elo menjawab dan elo meringkasnya di blog kalian ya?! gue tau pasti lo pernah ngerasain konflik yang sama kaya gue ini! Sekali lagi gue mohon untuk kalian jawab dengan serius dan silahkan anda menanyakan kembali ke kerabat, pacar, orang tua atau sahabat dan teman blogger kalian *kecup

Thanks semuaaaaaaaaaa... See you next post rasaku rasamu juga :)

Persija bantai PSAP 5-1

 


JakOnline – Bermain dihadapan belasan ribu pendukung setianya, The Jakmania di Stadion Utama Gelora Bung Karno 18/4, Persija Jakarta sukses membungkam tamunya PSAP Sigli dengan skor 5-1
Pedro Javier membuka pesta gol Persija sore itu saat pertandingan baru memasuki detik ke 13, yang kemudian dimenit ke 39, pemain asing asal Paraguay berhasil menambah koleksi golnya, PSAP berhasil memperkecil ketertinggalan dimenit ke 45 melalui gol yang dicetak Sekou Camara dan menutup babak pertama untuk keunggulan Persija 2-1 PSAP Sigli
Babak kedua berlangsung baru satu menit, Bambang Pamungkas memperbesar keunggulan Persija menjadi 3-1, dan dimenit ke 64 kembali Bambang Pamungkas mencetak golnya yang ke 14 untuk Persija dimusim ini.
Oktavianus menutup kemenangan telak Persija lewat gol cantiknya dimenit ke 79 dengan tendangan melengkung ke pojok kanan atas gawang PSAP Sigli
Kemenangan ini membuat Persija masih bertahan di posisi 4 klasemen sementara dengan nilai 33 dari hasil 19 pertandingan, dan masih menjadi team dengan kobobolan paling sedikit 14 gol (Zani-JO)
sumber:// jakonline.asia

kami tetap bangga

KAMI TETAP BANGGA

Banyak dari para pendatang pernah berkata : “Suatu saat nanti aku akan ke Jakarta karena disana ada segalanya”

Lebih dari 9,041 juta jiwa dengan luas daratan 661,52km2, ibu kota Jakarta menjadi kota impian untuk mereka yang ingin merubah hidup atau sekedar berliburan. Lebih dari 170 pusat perbelanjaan dan lebih dari 20 tempat rekreasi ada di Jakarta. Berbagai suku, etnis, agama dan ras berkumpul menjadi satu di Jakarta, membuat masyarakat asli Jakarta tergusur secara perlahan dan membuat mereka harus lebih berjuang untuk tetap bertahan di tanah kelahiran.


Namun, hidup dikota Jakarta memang tidak seindah seperti yang di bayangkan. Macet yang seolah sangat mesra dengan Jakarta, selalu menjadi cacian dan makian. Mereka tidak pernah menyadari, harusnya mereka sangat berterima kasih pada Jakarta. Meskipun macet, banjir dan lainnya tetaplah Jakarta tempat untuk mereka mencari nafkah, pendidikan dan kehidupan.

Suku, etnis, agama dan ras menjadi satu di Jakarta bukan karena pusat perbelanjaan, bukan karena tempat hiburan malam, namun karena sebuah kebanggaan PERSIJA JAKARTA. Tim sepak bola asal Jakarta yang dulu bernama , Voetbalbond Indonesish Jacatra yang didirikan pada 28 november 1928 menjadi symbol kebanggaan untuk Jakarta. Bukan hanya penduduk Jakarta yang menjadi kan PERSIJA JAKARTA sebagai kebanggan namun banyak penduduk luar Jakarta yang juga menjadikan PERSIJA JAKARTA sebagai kebanggaan .

Akan tetapi hidup di kota besar bagai hidup di sebuah kotak, kotak-kotak yang memisahkan tempat antara si kaya dan si sederhana. Si kaya yang seolah berkuasa di Jakarta dan memiliki segalanya untuk menikmati gemerlap nya ibu kota. Namun, si sederhana sangat malu untuk menikmati gemerlap nya ibu kota hanya dapat merasakan indah nya Jakarta saat tim kebanggaan ibu kota berlaga.

Caci-maki, seolah sudah menjadi konsumsi ketika para The Jak Mania berjalan menuju stadion untuk mendukung PERSIJA. Mereka para kaum layar kaca yang selalu menganggap supporter local sebagai supporter yang norak dan tidak sehebat mereka (kaum layar kaca).

Mereka kaum layar kaca tidak pernah mengerti bagaimana kami (The Jak Mania) begitu sangat mencintai dan bangga pada PERSIJAJAKARTA. Mereka kaum layar kaca lebih bangga dan cinta kepada sesuatu yang sebenernya semu dan tidak dapat mereka rasakan, karena bagi mereka klub di eropa sana lebih hebat dari klub local yang berada di Indonesia.

Tanpa mereka sadari, sebenarnya mereka sangat salah jika menganggap kami (The Jak Mania) sebagai supporter yang norak karena mendukung liga local. Harusnya mereka sadar bahwa mereka lebih norak dari pada kami. Karena sesungguhnya “ supporter sepakbola adalah mereka yang berada di tribun stadion dan bukan mereka yang berada di depan layar kaca”

Sebuah kebanggan yang tidak bisa digadai dengan uang, sebuah kecintaan yang lebih dari kemesraan itulah PERSIJA JAKARTA. Ketika mereka lebih memilih beradu mulut dan beradu fisik ketika berada didepan layar kaca, kami lebih memilih menangis dan tertawa bahagia ketika berada di tribun stadion.

Terima kasih JAKARTA kau memang baik sekali , kau menerima semua pendatang meskipun terkadang kau diancam, dimaki, dan dicaci. Namun, yang pasti bagaimanapun kamu JAKARTA kau telah menjadi kebanggan bagi kami. JAKARTA, PERSIJA dan JAKMANIA adalah satu dan semua ini adalah KEBANGGAAN!

Satu Jakarta Satu, Satu Persija satu, karena yang lain Cuma ngaku-ngaku.

“ PERSIJA bukan karena gaya, trend atau sok nasionalis namun ini semua karena Kata Hati, Kebanggaan dan Sangat Nyata! “
(Chandra Bagus Sugiarto)

kehidupan pemain ke12 Persija Jakarta

kehidupan pemain ke12 Persija Jakarta



Salam Jempol Telunjuk pasukan THE JAK MANIA!!


Kalau beberapa minggu lalu salah satu penyiar Jakarta Footbal Comunity mengumandangkan bahwa tidak mudahnya seseorang untuk menjadi pemain Persija, menurut saya, bukan hanya untuk menjadi Pemain PERSIJA senior yang susah, untuk menjadi pemain ke 12 bagian dari Persija juga tidak mudah. Yups, jadi The Jak Mania juga dikategorikan sebagai salah satu bagian kubuh yang full dengan tekad mendukung.


Supporter bukan Idealisme agama yang dari awal telah melekat atas keturunan keluarga. Supporter bisa di pahami sebagai “Atribut Bernyawa” yang mengarakteristikan cover image Tim itu sendiri. Menjadi individu yang berlabel Supporter bukan hal yang alamiah. Memilih suatu tim yang Layak di dukung adalah jalan awal sebuah Supporter untuk menentukan dimana dirinya harus ditempatkan.


Dengan membagi beberapa gagasan, supporter bisa terbentuk melalui berbagai cara ketika :
- Ada tim yang disenangi , Ada tim yang segani
- Ada salah satu pemain Bintang
- Adanya Motif ajakan
- Adanya darah keturunan hubungan Skuad plus Official
- Adanya kewajiban mendukung Tanah Kelahiran
- Adanya Tim baik musiman (lagi eksis)
- Adanya tuntutan Hati dengan modal Loyality


Beberapa option pilihan tersebut hanyalah secuil processing seseorang menentukan mana tim yang pantas diberikan sebuah dukungan, tidak begitu dipermasalahkan atas dasar apa dirinya menyerahkan dirinya pada sebuah tim.
Konsistensi plus niat adalah yang paling sangat diperlukan untuk menetapkan dirinya sebagai Supporter bajakan, dadakan, atau Keseriusan seseorang dalam menyeruakan sebuah dukungan. Apakah seorang Supporter berhak menuntut kepada sebuah tim?
Satu kata dari seorang motivator yang selalu hadir di benak saya , sebuah simple words tapi Cool :
“Supporter itu memberi , bukan meminta” – (Bung Ferry)


Saya adalah seorang wanita (cewek aja ah, sebutan wanita terlalu dewasa).
Untuk yang awam, bukan hal yang lumrah jika seorang Wanita menggemari sepak bola. Terlahir dalam keluarga “Betawi Asli” , bisa dikatakan keluarga besar. Anak pertama sekaligus Cucu pertama dari 20 Cucu yang ada. Aneh plus bangganya tidak satupun dari mereka yang menggemari olahraga, ya terutama sepakbola.
Anak pertama dari bokap asli Jakarta, dan Nyokap Sumatra yang memiliki sejuta peraturan rumah yang membatasi setiap gerak-gerik anaknya. Terkadang sering kali Terfikir akan jenuhnya saya atas keterbatasan gerak atau leluasa seperti anak Remaja pada umumnya.
Pemegang dominasi kecintaan sepakbola pada saya terlahir ketika awalnya kesaksian saya pada AFC beberapa tahun lalu (lupa) akan sebuah Gol cantik yang dilesahkan oleh The Captain “Bambang Pamungkas” dengan duelnya bersama Budi Sudarsono.
Semenjak itu, barulah saya mengikuti perlahan akan aktivitas pada setiap pertandingan si “Burung Terbang” tersebut .
Dengan kondisi yang masih kurang paham tentang sepakbola, ketika sepulang sekolah (ketika itu masih duduk di bangku SMP). Tak sengaja melihat segerombolan manusia menaiki metro dengan pakaian satu warna “oren” lengkap dengan bendera, dan nyanyiannya. Kagum, Heran, Aneh, Takjub tercampur jadi satu.
Sesampai dirumah saya hanya bengong, tak tahu harus mendapatkan jawaban darimana, bertanya pada siapa tentang fenomena yang barusan saja saya saksikan.
“itu apa?” “ada apa?” “kenapa bisa begitu?”
Ah .. tolong bantu saya pecahkan semua ini !!
Dua hari setelah itu, tepat di dalam angkot yang membawa saya pulang sekolah, ada dua orang laki-laki berpakaian sama seperti yang saya saksikan waktu itu. “Nah, ini dia sumber jawabannya!”
Lalu sayapun bertanya, mereka itu siapa, apa yang mereka kenakan dan lainnya!
Dan inilah yang saya dapatkan, mereka adalah THE JAKMANIA, sebuah satu kesatuan dengan niat mendukung klub Ibukota “PERSIJA JAKARTA”
Disinilah saya benar-benar belajar sendiri apa itu PERSIJA dan apa itu The Jak Mania. Mulailah perjalanan saya dalam menelusuri sebuah pekumpulan yang berwenang dalam keanggotaan Supporter Fanatik ini. Dipertemukanlah saya pada seorang pedagang khusus atribut The Jak Mania. Subkorwil Cibitung-Bekasi yang menangani anggotaannya dalam keberangkatan menuju stadion (paham awal). Dari sini, Lalu mulailah pembuatan KTA pertama saya..
Kala, Sehari sebelum Persija menggelar uji coba melawan Persipasi, saya mulai sibuk cari teman sana-sini untuk membantu saya meminta izin orangtua pergi nonton.
“Tolong Mah, Pah, sekaliiiii ini aja kok!”
“Ga boleh! Nanti rusuh, siapa yang mau tanggung jawab?”
“KOLOT!” (dalem hati)
Lalu, dipertemukanlah saya pada seorang kerabat baik, yang berani meminta izin ke orang tua saya dan dengan wajah sedikit ragu dan terpaksa, akhirnya orang tua sayapun mengizinkannya. “Horeee!”
First Time nonton Persija, norak abis! Ngeliat bang Ismed dkk depan mata langsung rasanya itu lebih dari ngeliat Presiden lewat. Teriak-teriak, sedikit acuh dengan suara handphone yang ga mau berhenti bunyi, yaa siapa lagi kalau bukan Nyokap. Ini dia rasanya, nyanyi-nyanyi bareng, berseru dalam satu sorakan demi sebuah satu Tujuan.
Satu kata yang saya dapat saat itu : “KOMPAK”
Satu rasa yang saya rasakan saat itu : “KETAGIHAN”
Pada pertandingan-pertandingan berikutnya, ya sama seperti sebelumnya, Over Protective ortu sedikit membuat diri agak ngeyel. Saya tetap berangkat walau ada atau tanpa izin mereka (jangan dicontoh ya) . Walaupun harus mendapatkan sebuah Hujatan, Hingga satu ember siraman yag diguyurkan sepulang menyaksikan Persija berlaga, tetap saja rasa mendapatkan satu idealisme baru dalam diri, menggoreskan tekad untuk bisa dipertahankan dan diaplikasikan dalam hati. PERSIJA itu pilihan!
Bersyukur, selepas masa sekolah, saya mendapatkan Universitas yang membuat saya harus mencari tempat kost, Lalu saya pilihlah kostan yang hanya berkisar 15 menit dari jarak Gelora Bung Karno.. hehe..
Dengan demikian, sedikit lebih meringankan kaki dalam melangkah untuk lebih meningkatkan perioritas mendukung Persija.



Jujur.. tetap saja masih ada terlintas perasaan “iri” terhadap loyalitas mereka yang lebih. Ingin sekali merasakan Tour Tandang, tapi apa boleh buat, tangan ini belum bisa menggapai.
Tapi ada hal yang membuat saya lebih tenang, yaitu dari beberapa kultum yang pernah diutarakan oleh salah satu admin Jakampus dalam akun twitternya beberapa hari lalu:
Jika Loyalitas diukur dari seberapa banyak tour tandang, maka berbahagialah mereka yang punya banyak uang dan waktu kosong”
“Loyalitas bukanlah komperasi individu, karena setiap orang memiliki kemampuan dan batasan yang berbeda”
Satu lagi yang paling saya suka :
“Make it simple, Lads! Dukung dengan hati dan dengan porsi yang sesuai kemampuan”





Nah ini ceritaku , apa ceritamu?!
Thanks, salam The Jaaaaakkkk Maniaaa!

sumber:Http://jakmania.net